Banyakberita.com Sukabumi – Pemerintah Desa Sukajaya, Kecamatan Sukabumi, Kabupaten Sukabumi, terus berinovasi dalam mengoptimalkan potensi wilayahnya menjadi destinasi desa wisata. Memanfaatkan letak geografisnya yang strategis di kawasan Selabintana yang kaya akan objek wisata, Pemdes Sukajaya kini menghadirkan konsep agrowisata pemetikan buah melon unggulan.

Sekretaris Desa Sukajaya, Cecep, menyampaikan bahwa langkah ini diambil untuk menambah daya tarik wisatawan, baik lokal maupun mancanegara, yang berkunjung ke wilayah Sukabumi.
“Keinginan kami mengembangkan desa wisata ini sangat sejalan dengan potensi geografis kawasan Selabintana. Lewat objek wisata melon ini, kami ingin memberikan daya tarik baru bagi wisatawan yang datang ke Sukabumi,” ujar Cecep saat ditemui di kantornya, Senin (5/10/2026).
Objek wisata yang berlokasi di Jalan Raya Subangjaya, Desa Sukajaya, Kecamatan Sukabumi ini menawarkan pengalaman unik bagi para pengunjung. Pengunjung tidak dikenakan retribusi atau tiket masuk (gratis), serta dibebaskan untuk melihat-lihat maupun memetik secara langsung buah melon yang sudah matang dari pohonnya.
“Pengunjung bisa langsung memilih dan memetik melon unggulan segar yang dipetik langsung di pohon dengan harga Rp35.000 per kilogram. Cita rasa yang ditawarkan pun dipastikan berbeda dan lebih manis dibandingkan melon yang ada di pasaran umum,” jelas Cecep.
Meski demikian, Cecep mengingatkan bahwa aktivitas panen melon ini terbatas karena hanya berlangsung tiga kali dalam setahun. Untuk periode tahun 2026, perkiraan masa panen terdekat akan dimulai dari akhir Oktober hingga akhir November mendatang.
Pengembangan kawasan agrowisata ini membentang di atas lahan seluas kurang lebih satu hektar dengan populasi mencapai 2.800 pohon melon. Program penanaman ini disokong oleh permodalan dari Dana Desa sektor Ketahanan Pangan Tahun Anggaran 2025 yang dikelola secara profesional oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Sukajaya.
Melalui sinergi anggaran ketahanan pangan dan pengelolaan BUMDes ini, Pemerintah Desa Sukajaya berharap ketersediaan wahana agrowisata ini tidak hanya meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes), tetapi juga menggerakkan roda perekonomian masyarakat sekitar.
Iing Indra/RP



