Banyakberita.com Sukabumi– Target penerimaan retribusi kawasan wisata Pondok Halimun di Desa Perbawati, Kecamatan Sukabumi, Kabupaten Sukabumi, yang mencapai lebih dari Rp300 juta per tahun menuai sorotan masyarakat. Pasalnya, hingga kini kondisi akses utama menuju objek wisata milik Pemerintah Kabupaten Sukabumi tersebut masih dipenuhi lubang, genangan air ketika musim hujan, dan permukaan jalan yang rusak sehingga mengganggu kenyamanan serta keselamatan pengunjung.

Berdasarkan pantauan di lapangan, Minggu (12/7/2026), sejumlah kendaraan roda dua maupun roda empat harus melaju perlahan untuk menghindari lubang . Kerusakan jalan dinilai berpotensi menurunkan minat wisatawan berkunjung sekaligus berdampak terhadap pendapatan para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang menggantungkan usahanya di kawasan wisata tersebut.
Kondisi itu memunculkan pertanyaan dari masyarakat mengenai pemanfaatan dana retribusi yang dipungut dari setiap wisatawan. Menurut mereka, apabila target pendapatan retribusi mencapai ratusan juta rupiah setiap tahun, seharusnya fasilitas penunjang, terutama akses jalan menuju lokasi wisata, mendapat perhatian yang lebih serius.
Baca Juga :
https://banyakberita.com/dprd-kabupaten-sukabumi-gelar-rapat-paripurna-ke-9-bahas-reses-kua-ppas-2027-dan-perubahan-akd/
Salah seorang pelaku UMKM yang ditemui Banyakberita.com di kawasan Pondok Halimun pada Minggu (12/7/2026) mengaku heran karena kondisi jalan belum juga diperbaiki meski objek wisata tersebut memiliki target pendapatan retribusi yang cukup besar.
“Kami setiap hari melihat wisatawan datang, mereka juga membayar retribusi saat masuk. Kalau target retribusinya sampai lebih dari Rp300 juta setahun, masyarakat tentu bertanya uang itu digunakan untuk apa. Jalan menuju lokasi saja masih rusak seperti ini,” ujarnya yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.
Menurutnya, jalan yang berlubang dan tergenang air saat hujan tidak hanya mengurangi kenyamanan wisatawan, tetapi juga berpotensi menyebabkan kecelakaan dan berdampak terhadap omzet para pedagang di sekitar kawasan wisata.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, Ali Iskandar, saat dikonfirmasi Banyakberita.com melalui pesan singkat pada Minggu menjelaskan bahwa perbaikan akses jalan bukan menjadi kewenangan Dinas Pariwisata.
Ia mengatakan pihaknya telah beberapa kali mengusulkan agar akses menuju Pondok Halimun masuk dalam skala prioritas pembangunan.
“Terkait akses jalan, tupoksinya berada di Dinas Pekerjaan Umum. Dinas Pariwisata sudah beberapa kali mengusulkan agar akses jalan tersebut menjadi prioritas,” jelas Ali.
Ali menambahkan, berdasarkan informasi yang diterimanya dari Dinas PU, belum terlaksananya perbaikan jalan dipengaruhi keterbatasan anggaran serta status lahan yang masih merupakan aset PTPN, sehingga pemerintah daerah tidak dapat langsung melakukan pembangunan.
“Informasi dari Dinas PU, selain efisiensi anggaran, juga karena status lahannya merupakan aset PTPN,” katanya.
Baca Juga :
https://banyakberita.com/dishub-sukabumi-tegaskan-retribusi-parkir-hanya-berlaku-di-jalan-kabupaten-ini-penjelasannya/
Meski demikian, Ali mengungkapkan bahwa Pemerintah Kabupaten Sukabumi bersama PTPN 1 Regional 2 telah menandatangani Kesepakatan Bersama (Kesber). Saat ini kedua belah pihak tengah menyusun Perjanjian Kerja Sama sebagai dasar hukum untuk pengembangan kawasan wisata, termasuk penanganan berbagai persoalan yang berkaitan dengan aset. Selain persoalan infrastruktur, Dinas Pariwisata juga tengah membenahi sistem pengelolaan retribusi agar seluruh penerimaan daerah dapat tercatat secara maksimal melalui digitalisasi.
“Kami sedang memperkuat sistem digitalisasi agar seluruh retribusi dapat terjaring dengan baik, tidak terjadi kebocoran, dan pengelolaannya semakin transparan,” katanya
Di sisi lain, masyarakat berharap besarnya target penerimaan retribusi tidak hanya menjadi angka dalam dokumen pendapatan daerah, tetapi juga diikuti dengan peningkatan kualitas infrastruktur dan pelayanan di kawasan wisata. Mereka menilai akses jalan yang layak merupakan kebutuhan mendasar untuk mendukung pertumbuhan sektor pariwisata sekaligus menjaga kepercayaan wisatawan yang berkunjung ke Pondok Halimun
Iing Indra/GZ


