Kembangkan Potensi Pertanian, Pemdes Sukamulya Caringin Realisasikan Anggaran Ketahanan Pangan Rp228 Juta Lewat BUMDes

pemdes sukamulya 1

Banyakberita.com Sukabumi– Pemerintah Desa (Pemdes) Sukamulya, Kecamatan Caringin, Kabupaten Sukabumi, terus mendorong optimalisasi potensi sektor pertanian di wilayahnya. Langkah strategis ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah desa dalam memperkuat ekonomi kerakyatan dan menjaga stabilitas pangan lokal. Melalui alokasi anggaran program Ketahanan Pangan Tahun 2025, Pemdes Sukamulya menyalurkan penyertaan modal sebesar Rp228 juta kepada Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) untuk mengelola unit usaha budidaya cabai secara terpadu.

Program pemberdayaan pertanian ini memanfaatkan lahan seluas 1 hektar (ha) yang berada di kawasan produktif Desa Sukamulya. Pada area tersebut, BUMDes memproyeksikan penanaman bibit cabai dengan populasi mencapai 20.000 hingga 22.000 pohon cabai. Tidak hanya berfokus pada hasil produksi, kegiatan ini juga mengedepankan asas pemberdayaan masyarakat dengan melibatkan sedikitnya 20 petani lokal secara langsung dalam pengerjaan dan pemeliharaan lahan.

pemdes sukamulya 2

Kepala Desa Sukamulya, Mahdan, menjelaskan bahwa jajarannya sengaja memilih komoditas cabai karena memiliki nilai ekonomis yang tinggi serta ketersediaan pasar yang sangat terbuka. Pihaknya merancang program ini agar anggaran ketahanan pangan tidak sekadar habis untuk kegiatan konsumtif, melainkan bergulir menjadi modal usaha produktif bagi BUMDes dan warga desa.

“Pemerintah Desa Sukamulya meralisasikan penyertaan modal BUMDes dari anggaran ketahanan pangan tahun 2025 senilai Rp228 juta. Kami memfokuskan anggaran ini untuk penanaman cabai di atas lahan seluas 1 hektar dengan volume estimasi 20 sampai 22 ribu pohon cabai. Dalam pelaksanaannya, kami melibatkan sedikitnya 20 orang petani lokal,” tegas Mahdan saat memberikan konfirmasi media melalui saluran telepon pada Rabu (5/8/2026).

Mahdan menambahkan, pelibatan para petani lokal—baik pria maupun wanita—menjadi kunci keberhasilan program ini. Para petani bahu-membahu mulai dari penyiapan lahan, pemasangan mulsa plastik, penanaman bibit, hingga pemeliharaan rutin di lapangan. Langkah ini secara langsung menciptakan lapangan kerja baru dan menambah pendapatan harian bagi warga Desa Sukamulya.

pemdes sukamulya 3

Sektor pertanian Desa Sukamulya memiliki karakteristik tanah yang subur dan iklim yang sangat mendukung budidaya hortikultura, khususnya cabai merah dan cabai rawit. Melalui pengelolaan modal yang terstruktur di bawah naungan BUMDes, Pemdes Sukamulya optimis mampu memanen hasil cabai dengan tonase yang melimpah pada musim panen mendatang.

Sistem kemitraan antara BUMDes dan kelompok petani lokal ini menggunakan skema bagi hasil dan pembinaan teknis secara berkala. BUMDes bertindak sebagai penyedia modal, sarana produksi pertanian (saprodi), serta fasilitator pemasaran hasil panen. Sementara itu, para petani mengkontribusikan tenaga dan keahlian bercocok tanam.

Pola kerja sama ini menjamin kepastian harga di tingkat petani serta memangkas rantai distribusi hasil pertanian yang kerap merugikan produsen lokal. Ke depan, Pemdes Sukamulya menargetkan BUMDes mampu menyumbangkan Pendapatan Asli Desa (PADes) dari keuntungan penjualan cabai ini.
Memperkuat Ketahanan Pangan Nasional dari Tingkat Desa.

Langkah Pemdes Sukamulya ini juga sejalan dengan instruksi pemerintah pusat dan daerah terkait pemanfaatan 20 persen Dana Desa untuk mendukung Program Ketahanan Pangan dan Hewani. Pemdes Sukamulya membuktikan bahwa tata kelola anggaran desa yang tepat sasaran mampu memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat pedesaan.

Mahdan berharap keberhasilan budidaya cabai seluas 1 hektar ini dapat memicu pengembangan komoditas pertanian lainnya pada masa mendatang. Pemdes Sukamulya berkomitmen untuk terus mendampingi para petani serta memperluas areal tanam jika program BUMDes ini menunjukkan progres bisnis yang positif dan berkelanjutan.

Dengan terealisasinya program budidaya cabai ini, Desa Sukamulya semakin mantap melangkah menjadi salah satu desa percontohan berbasis pertanian mandiri di Kecamatan Caringin Kabupaten Sukabumi.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *