Banyakberita.com Sukabumi – Kepala Desa Bojongsari kecamatan Nyalindung kabupaten Sukabumi, H. Asep, S.IP., M.M., memberikan keterangan terkait penggunaan anggaran program ketahanan pangan tahun 2025 yang dikelola oleh BUMDes Saluyu . Keterangan ini disampaikan menanggapi pertanyaan masyarakat yang mempertanyakan dampak langsung dari alokasi dana desa sebesar 20 persen tersebut.

Melalui sambungan telepon, H. Asep menjelaskan bahwa alokasi penyertaan modal BUMDes sebesar Rp185.927.000 telah direalisasikan secara fisik untuk pembangunan fasilitas peternakan dan pengadaan bibit ayam petelur.
“Anggaran Rp185 juta tersebut dialokasikan untuk pembangunan kandang ayam petelur dan pembelian bibit sebanyak 500 ekor,” ujar H. Asep saat dikonfirmasi.
Ia tidak menampik bahwa usaha tersebut saat ini belum memberikan kontribusi berupa peningkatan Pendapatan Asli Desa (PADes) secara langsung. Hal ini disebabkan oleh siklus produksi ternak yang baru berjalan beberapa bulan.
“Memang belum bisa memberikan kontribusi PADes secara langsung karena usia produktif ayam baru mulai bertelur dalam 5 bulan berjalan ini,” terangnya.
Lebih lanjut, H. Asep menyoroti tantangan berat yang dihadapi pengelola BUMDes, terutama terkait lonjakan harga pakan ternak di pasaran. Menurutnya, keberhasilan mempertahankan operasional unit usaha ini di tengah tekanan harga pakan merupakan suatu pencapaian tersendiri.
“Mengingat harga pakan saat ini begitu mahal, kita masih bersyukur bisa mempertahankan operasional usaha ini, dibandingkan dengan desa-desa lain yang menjalankan usaha serupa namun terpaksa gulung tikar,” tegasnya.
Menyikapi tingginya biaya operasional peternakan, Kepala Desa Bojongsari berharap ada perhatian dan intervensi dari pemerintah daerah untuk membantu menstabilkan harga pakan ternak, sehingga unit usaha ketahanan pangan BUMDes dapat berkembang optimal dan dampaknya dirasakan secara maksimal oleh masyarakat.
Iing Indra/RP



