Dugaan Raibnya Ayam BUMDes Motekar Cijengkol: Kades Sebut 850 Ekor Mati, LPJ Belum Diterima

kandang ayam bumdes motekar

Banyakberita.com Sukabumi— Isu simpang siur terkait keberadaan ternak ayam petelur BUMDes Motekar Desa Cijengkol, Kecamatan Caringin, Kabupaten Sukabumi, mendapat tanggapan resmi dari pihak Pemerintah Desa. Program yang bersumber dari anggaran Ketahanan Pangan Tahun 2025 senilai Rp239 juta tersebut sebelumnya sempat menjadi sorotan publik.

kandang ayam bundes cijengkol

Seperti diberitakan sebelumnya,media Delik Hukum (DHI Sukabumi) yang menyoroti kendala peternakan tersebut hingga dugaan raibnya ribuan ayam petelur. Dalam pemberitaan awal, Camat Caringin, Ridwan Agus Mulyawan, sempat menyebut bahwa kematian ternak dilampiri Berita Acara Kematian dari UPTD Dinas Peternakan Cibadak. Namun, hal itu dibantah oleh Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Sukabumi, Asep Kurnadi, yang menegaskan pihaknya hanya menerbitkan Berita Acara Monitoring karena saat peninjauan ke lokasi kandang sudah dalam keadaan kosong.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Desa Cijengkol, Oban Sobandi, memberikan klarifikasi saat di konfirmasi via pesan WhatsApp pada Sabtu (5/9/2026). Oban menegaskan bahwa total ayam petelur tersebut berjumlah 850 ekor dan seluruhnya mati, bukan dijual.

“Untuk ayam petelur semua 850 ekor, memang mati tidak ada yang dijual dan warga sekitar juga pada tahu. Adapun penyebabnya, silakan konfirmasi ke BUMDes-nya langsung,” ujar Oban.

Mengenai tidak adanya Berita Acara (BA) Kematian dari Dinas Peternakan, Oban membenarkan penjelasan dari pihak UPTD.

“Untuk BA memang pihak Dinas Peternakan tidak memberikan berita acara kematian. Karena menurut pihak UPTD sewaktu monitoring ke kandang, ayam sudah habis semua. Adapun bangkainya kalau sudah dikubur tidak bisa dijadikan sampel, katanya seperti itu,” jelasnya.

Ketika ditanya mengenai sisa modal maupun kelanjutan usaha BUMDes Motekar pasca-kegagalan peternakan ini, pihak Pemerintah Desa mengaku masih menunggu laporan resmi.
“Untuk saat ini kita belum mengetahuinya karena LPJ (Laporan Pertanggungjawaban) belum keterima,” tambah Oban.

Oban mengungkapkan bahwa Desa Cijengkol sebenarnya memiliki potensi ekonomi lain yang cukup menjanjikan, yakni di bidang perikanan dan pertanian.
Namun, sektor-sektor unggulan tersebut saat ini menghadapi kendala tersendiri akibat faktor cuaca.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *