Banyakberita.com sukabumi – Sorotan tajam mengenai pengelolaan anggaran penyertaan modal Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) Wangunreja, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, mendapat tanggapan dan klarifikasi lebih lanjut dari pihak Pemerintah Desa.
Terkait fasilitas kandang hewani bernilai ratusan juta rupiah yang terpantau kosong melongpong sejak satu bulan terakhir, pihak Pemdes menegaskan bahwa hal tersebut merupakan bagian dari strategi transisi operasional.

Berdasarkan data dari jaringan pencegahan anti-korupsi desa, BUMDES Wangunreja menganggarkan penyertaan modal pada tahun anggaran 2025 senilai Rp 245 juta ditambah anggaran tahun 2026 senilai Rp 20 juta, sehingga total kumulatifnya mencapai Rp 265 juta. Namun, di lapangan saat ini tidak terlihat adanya aset berwujud selain bangunan fisik kandang.
Kepala Desa Wangunreja, Ganda Permana, saat dikonfirmasi di ruang kerjanya memaparkan alasan di balik kosongnya kandang tersebut. Dirinya menjelaskan bahwa pengosongan dilakukan pasca-seluruh ternak habis dilelang pada momen Hari Raya Kurban beberapa waktu lalu.
Baca Juga :
https://banyakberita.com/dana-desa-turun-drastis-pemdes-ciengang-sukabumi-tetap-alokasikan-belanja-kambing-untuk-warga/
Lebih lanjut, Ganda meluruskan bahwa jika pada periode awal program belanja bibit difokuskan untuk jenis domba pedaging (penggemukan), maka untuk rencana ke depan orientasi bisnis BUMDES akan diubah secara signifikan.
“Pemerintah Desa bersama pengurus BUMDES saat ini memiliki rencana untuk mengisi kembali kandang tersebut dengan komoditas domba indukan. Tujuannya agar hewan ternak tersebut dapat berkembang biak (beranak pinak) dan memberikan dampak ekonomi jangka panjang yang lebih stabil.

Mengenai alasan mengapa sampai saat ini anggaran modal belum dibelanjakan kembali untuk pengisian ternak, hal itu dikarenakan pihak manajemen masih menstabilkan kondisi dan menunggu momen yang tepat di pasaran,” jelas Ganda Permana kepada awak media, Kamis (16/7/2026).
Sebagai catatan operasional sebelumnya, Ganda mengakui unit usaha perdana mengalami penyusutan nilai akibat serangan penyakit pada ternak kambing. Dari modal belanja bibit awal sebesar Rp 75 juta (untuk 15 ekor bibit domba dan 15 ekor bibit kambing dengan harga masing-masing Rp 2,5 juta), komoditas terpaksa dilelang murah menjelang kurban lalu dan hanya menghasilkan dana kurang lebih Rp 50 juta saja.
Ia juga mengklaim pihak BUMDES sebenarnya hanya mengajukan pemanfaatan dana sebesar Rp 119 juta, sedangkan sisa pagu Rp 245 juta dijadikan Silpa 2026 untuk alokasi pembangunan drainase serta kebutuhan internal Pemerintah Desa.
Baca Juga :
https://banyakberita.com/mobil-milik-bumdes-pabuaran-diduga-hilang-pemdes-sebut-sudah-dilelang/
Mengingat besarnya nilai penyertaan modal yang dianggarkan hingga mencapai total Rp 265 juta, langkah rencana pengadaan ulang berupa domba indukan ini dinilai memerlukan perhatian khusus dan monitoring ketat dari lembaga serta instansi teknis terkait, seperti Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) maupun Inspektorat Kabupaten Sukabumi.
Selain pengawasan formal, elemen masyarakat lokal juga diimbau untuk terus berperan aktif mengawal proses transisi ini agar realisasi pembelian domba indukan mendatang benar-benar terlaksana secara transparan tanpa adanya penyimpangan anggaran negara.
Iing Indra/RP


