Banyakberita.com Sukabumi – Dinamika politik internal Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kota Sukabumi memanas. Sejumlah Pengurus Anak Cabang (PAC) secara resmi melayangkan pernyataan sikap berupa mosi tidak percaya terhadap kepemimpinan Ketua DPC PPP Kota Sukabumi, Hj. Ima Slamet, Kepada Dewan Pimpinan Wilayah PPP Jawa Barat dan Dewan Pimpinan Pusat PPP.

Para pengurus PAC mengambil langkah tersebut karena menilai kepemimpinan Hj. Ima Slamet selama dua periode gagal menjaga marwah organisasi, tidak mampu membangun soliditas internal, serta dinilai kurang transparan dalam tata kelola organisasi partai.
Baca Juga :
https://banyakberita.com/massa-akbar-2626-aksi-bela-rakyat-jilid-2-geruduk-balaikota-dan-dprd-kota-sukabumi-tuntut-hak-angket-hingga-pemakzulan-wali-kota/
Berdasarkan dokumen bertajuk “Mosi Tidak Percaya PAC” tertanggal 5 Mei 2026, pernyataan sikap tersebut telah ditandatangani mayoritas pengurus PAC di Kota Sukabumi. Di antaranya berasal dari PAC Baros, PAC Cibeureum, PAC Lembursitu, PAC Citamiang, PAC Gunungpuyuh, dan PAC Warudoyong.
Soroti Transparansi Anggaran dan Regenerasi Organisasi
Dalam dokumen tersebut, para pengurus PAC menguraikan sedikitnya 14 poin yang mereka nilai sebagai bentuk kemunduran organisasi selama dua periode kepemimpinan Hj. Ima Slamet.
Salah satu sorotan utama ialah pola kepemimpinan yang dinilai tertutup. Para pengurus PAC menilai Ketua DPC kerap mengambil keputusan strategis secara sepihak tanpa melalui mekanisme musyawarah bersama struktur partai di tingkat bawah.
Selain itu, mereka juga mempertanyakan transparansi pengelolaan keuangan organisasi. Menurut mereka, laporan pertanggungjawaban keuangan menunjukkan kondisi minus atau defisit tanpa disertai penjelasan yang terbuka kepada seluruh pengurus. Mereka juga menyoroti dugaan adanya penarikan dana dari anggota legislatif yang mengatasnamakan kebutuhan PAC, namun penggunaan maupun aliran dana tersebut dinilai tidak pernah dijelaskan secara terbuka.
Di sisi lain, para pengurus PAC menilai regenerasi kepemimpinan di tubuh DPC PPP Kota Sukabumi tidak berjalan sebagaimana mestinya. Mereka berpandangan bahwa kepemimpinan yang terlalu lama dipertahankan telah memicu stagnasi organisasi dan menghambat munculnya kader-kader baru.

Persoalkan Pelaksanaan Muscab X
Gejolak internal tersebut semakin menguat setelah pelaksanaan Musyawarah Cabang (Muscab) X PPP Kota Sukabumi yang berlangsung di Lido Resort, Kabupaten Bogor, pada 20 April 2026.
Para pengurus PAC menilai pelaksanaan forum tertinggi di tingkat cabang itu tidak berjalan sesuai ketentuan Peraturan Organisasi (PO) maupun Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) partai.
Mereka mempersoalkan keterlambatan pembagian rancangan materi Muscab kepada peserta, tidak adanya sesi pandangan umum terhadap Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Ketua DPC, hingga mekanisme penunjukan tim formatur yang dinilai tidak sesuai dengan aturan organisasi.
Lebih lanjut, para pengurus PAC juga menilai pencalonan kembali Hj. Ima Slamet sebagai Ketua DPC PPP Kota Sukabumi periode 2026–2031 bertentangan dengan Peraturan Organisasi.
Mereka mengacu pada PO Bab III Pasal 13 Ayat 11 yang mengatur bahwa seorang kader tidak dapat menduduki jabatan yang sama selama lebih dari dua periode berturut-turut, kecuali memperoleh surat keputusan pengecualian secara resmi dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PPP.
Ajukan Lima Tuntutan
Melalui mosi tidak percaya tersebut, para pengurus PAC menyampaikan lima tuntutan utama kepada DPP PPP. Salah satunya meminta dilakukannya audit keuangan organisasi secara terbuka dan transparan.
Selain itu, mereka juga meminta agar Hj. Ima Slamet tidak lagi dimasukkan ke dalam susunan Pengurus Harian DPC PPP Kota Sukabumi pada kepengurusan mendatang.
“Apabila tuntutan ini tidak diindahkan, maka kami menyatakan akan mengambil langkah-langkah organisasi sesuai mekanisme partai demi menjaga kehormatan PPP,” demikian bunyi pernyataan dalam dokumen mosi tidak percaya tersebut.
Baca Juga :
https://banyakberita.com/akbar-2626-serahkan-tiga-pengaduan-ke-polres-sukabumi-kota-dugaan-penyalahgunaan-wewenang-hingga-penistaan-agama-jadi-sorotan-2/
Ketua DPC Belum Memberikan Tanggapan
Hingga berita ini diterbitkan, Ketua DPC PPP Kota Sukabumi, Hj. Ima Slamet, belum memberikan tanggapan maupun pernyataan resmi terkait mosi tidak percaya yang dilayangkan oleh sejumlah PAC tersebut.
Redaksi telah berupaya menghubungi yang bersangkutan untuk meminta konfirmasi dan memberikan ruang klarifikasi sesuai prinsip keberimbangan pemberitaan. Apabila tanggapan resmi telah diterima, redaksi akan memperbarui isi berita ini.
Iing Indra/RP


