banyakberita.com
Krisis Sampah Mengancam Kota dan Kabupaten Sukabumi, Urban Farming Bisa Menjadi Bagian Solusi

banyakberita.com Persoalan sampah masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi Kota maupun Kabupaten Sukabumi. Seiring bertambahnya jumlah penduduk dan aktivitas ekonomi, volume sampah terus meningkat setiap hari, sementara kapasitas pengelolaan masih menghadapi berbagai keterbatasan.

Di Kota Sukabumi, kondisi Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Cikundul bahkan telah beberapa kali disebut berada dalam kondisi kritis. Pemerintah Kota Sukabumi mencatat volume sampah yang masuk ke TPA mencapai sekitar 180 hingga 190 ton per hari. Sebagian besar berasal dari rumah tangga, pasar tradisional, pusat perdagangan, dan fasilitas publik. Selain itu, tingginya volume sampah organik menjadi tantangan tersendiri karena belum seluruhnya dapat dikelola secara optimal.

Kondisi tersebut diperparah dengan keterbatasan daya tampung TPA Cikundul yang sudah mendekati batas kapasitas. Pemerintah bahkan mulai menggencarkan program pemilahan sampah dari rumah tangga dan penataan Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPSS) sebagai upaya mengurangi beban TPA.

Permasalahan serupa juga dirasakan di wilayah Kabupaten Sukabumi. Luas wilayah yang sangat besar membuat sistem pengangkutan dan pengolahan sampah membutuhkan biaya, sarana, serta sumber daya manusia yang tidak sedikit. Di sejumlah kecamatan, sampah rumah tangga masih menjadi persoalan yang belum sepenuhnya tertangani, terutama di kawasan padat penduduk dan pusat aktivitas ekonomi.

Jika kondisi ini terus dibiarkan, dampaknya tidak hanya mengancam kebersihan lingkungan, tetapi juga kesehatan masyarakat, kualitas air, potensi banjir, hingga sektor pariwisata yang menjadi salah satu andalan Sukabumi.

Karena itu, penyelesaian persoalan sampah tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Dibutuhkan keterlibatan masyarakat, komunitas, dunia pendidikan, pesantren, pelaku usaha, dan media dalam membangun budaya pengelolaan sampah sejak dari sumbernya.

Salah satu program yang dapat menjadi solusi adalah pengembangan Urban Farming Elaboration Hub (UFEH) yang mengintegrasikan pengelolaan sampah dengan ketahanan pangan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Melalui program ini, sampah organik rumah tangga tidak lagi dipandang sebagai limbah semata, tetapi sebagai bahan baku yang memiliki nilai ekonomi. Sampah organik dapat diolah menjadi kompos, pakan maggot Black Soldier Fly (BSF), pupuk cair organik, hingga media tanam untuk kegiatan urban farming atau pertanian perkotaan.

Konsep Urban Farming Elaboration Hub tidak hanya mengajarkan masyarakat cara mengelola sampah, tetapi juga memberikan keterampilan budidaya sayuran, tanaman pangan, dan pengolahan limbah organik yang bernilai ekonomi. Dengan demikian, masyarakat dapat mengurangi volume sampah sekaligus menghasilkan produk yang bermanfaat bagi kebutuhan rumah tangga maupun usaha kecil.

Praktisi lingkungan dan pemberdayaan masyarakat, Fajar Sumantri, menilai bahwa pengelolaan sampah harus dipandang sebagai peluang ekonomi baru. Menurutnya, jika setiap rumah tangga mampu memilah sampah sejak dari sumbernya, maka beban TPA dapat berkurang secara signifikan.

Program Urban Farming Elaboration Hub juga dapat dikolaborasikan dengan bank sampah, pesantren produktif, sekolah, kelompok wanita tani, hingga UMKM. Hasil pengolahan sampah organik dapat dimanfaatkan untuk mendukung budidaya sayuran dan tanaman produktif yang memiliki nilai jual.

Selain memberikan manfaat ekonomi, program ini juga berpotensi membangun kesadaran lingkungan sejak dini serta memperkuat ketahanan pangan masyarakat di tengah tantangan ekonomi yang semakin kompleks.

Krisis sampah yang terjadi saat ini harus menjadi momentum perubahan pola pikir. Sampah bukan hanya masalah yang harus dibuang, tetapi sumber daya yang dapat diolah menjadi manfaat. Jika pemerintah, masyarakat, dan berbagai elemen mampu bergerak bersama, maka Sukabumi tidak hanya mampu mengurangi persoalan sampah, tetapi juga menciptakan peluang ekonomi baru melalui pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.

    Pedasnya Nampol, Hatinya Meleleh! Ayam Saus Merah Ini Diam-Diam Bikin Ketagihan

    BANYAKBERITA.COM – Di tengah menjamurnya menu ayam goreng dengan berbagai varian rasa, sesekali muncul satu menu sederhana yang justru berhasil mencuri perhatian. Bukan karena tampilannya mewah, melainkan karena satu hal yang sulit ditolak: kombinasi ayam krispi, saus pedas manis yang melimpah, dan nasi hangat yang menggoda sejak suapan pertama.

    Sekilas tampilannya mungkin terlihat biasa. Sepotong ayam goreng berbalut saus merah mengilap disandingkan dengan nasi putih hangat. Namun jangan tertipu oleh kesederhanaannya.

    Begitu aroma gurih dan pedasnya mulai tercium, rasa penasaran langsung muncul.

    Apakah rasanya benar-benar seenak tampilannya?

    Jawabannya sering kali ditemukan setelah gigitan pertama.

    Lapisan luar ayam yang renyah berpadu dengan saus kental bercita rasa manis, gurih, dan pedas yang seimbang. Sensasi tersebut membuat setiap suapan terasa semakin nikmat. Tak heran jika menu ayam pedas seperti ini terus menjadi favorit banyak pecinta kuliner Indonesia. Tren ayam goreng dengan saus pedas sendiri masih menjadi salah satu pilihan yang paling dicari di berbagai gerai makanan cepat saji dan restoran lokal.

    Bukan Sekadar Pedas, Tapi Bikin Nagih

    Banyak makanan pedas mengandalkan rasa cabai yang kuat. Namun menu seperti ini menawarkan sesuatu yang berbeda.

    Pedasnya hadir sebagai penguat rasa, bukan sebagai “penyiksa” lidah. Ada sentuhan manis yang membuat saus terasa lebih ramah dan cocok dinikmati oleh berbagai kalangan.

    Yang menarik, sausnya tidak hanya berada di permukaan. Setiap bagian ayam seolah menyerap cita rasa tersebut sehingga menghasilkan perpaduan tekstur dan rasa yang memuaskan.

    Inilah alasan mengapa banyak orang yang awalnya hanya ingin makan siang biasa, justru berakhir memesan lagi di kesempatan berikutnya.

    Gho Chicken yang Sulit Ditolak

    Ada alasan mengapa kombinasi ayam goreng dan nasi selalu menjadi pilihan aman bagi masyarakat Indonesia.

    Saat lapar menyerang, menu seperti ini mampu memberikan rasa kenyang sekaligus kepuasan emosional. Hangat, gurih, pedas, dan sederhana.

    Bahkan bagi sebagian orang, makanan seperti ini adalah definisi sebenarnya dari comfort food.

    Tidak perlu plating mewah atau bahan premium. Cukup ayam krispi yang renyah, saus yang melimpah, dan nasi hangat yang pulen.

    Selesai.

    Viral Karena Sederhana

    Di era media sosial saat ini, banyak makanan viral karena bentuk unik atau warna yang mencolok.

    Namun ada juga makanan yang viral karena satu alasan sederhana: rasanya membuat orang ingin kembali lagi.

    Foto makanan dengan saus merah mengilap dan aroma yang seolah keluar dari layar sering kali cukup untuk membuat netizen berhenti scrolling beberapa detik lebih lama.

    Dan kadang, beberapa detik itulah yang berakhir menjadi pesanan berikutnya.

    Berani Coba?

    Jika Anda termasuk pencinta makanan pedas, menu ayam saus merah seperti ini layak masuk daftar kuliner yang wajib dicoba.

    Siapkan tisu, siapkan minuman, dan yang paling penting, siapkan diri untuk kemungkinan terburuk:

    Ketagihan setelah gigitan pertama.

    Karena terkadang kebahagiaan memang sesederhana ayam krispi panas, saus pedas melimpah, dan sepiring nasi hangat. 🍗🔥🍚

    awaw/irw