Banyakberita.com SUKABUMI – RSUD Sekarwangi, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, mulai memperkuat pelayanan kesehatan jantung melalui pengembangan fasilitas Cardiac Catheterization Laboratory (Cath Lab). Pada tahap awal pelaksanaan, tiga pasien telah menjalani tindakan pemasangan ring jantung atau Percutaneous Coronary Intervention (PCI).
Direktur RSUD Sekarwangi, dr. Asep Suherman, M.Kes., mengatakan kehadiran fasilitas tersebut merupakan langkah penting untuk meningkatkan akses pelayanan kesehatan, khususnya bagi masyarakat yang membutuhkan penanganan penyakit jantung dan pembuluh darah.
Menurutnya, kebutuhan layanan jantung di RSUD Sekarwangi cukup tinggi. Hal itu terlihat dari data kunjungan pasien sepanjang 2025.
“Rumah sakit kami ini merupakan rumah sakit tipe B yang mempunyai 351 tempat tidur. Pada tahun 2025, jumlah kunjungan rawat jalan mencapai 91.755 orang. Dari jumlah tersebut, penyakit kardiovaskular atau penyakit jantung menempati urutan pertama,” ungkap dr. Asep Suherman, Selasa (3/11/2026).
Ia menjelaskan, penyakit jantung juga masuk dalam lima besar kasus yang membutuhkan perawatan rawat inap. Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan rumah sakit mengembangkan fasilitas Cath Lab agar masyarakat Kabupaten Sukabumi dapat memperoleh penanganan lebih dekat.
Asep menerangkan, pembangunan ruangan Cath Lab telah dianggarkan oleh pihak rumah sakit pada tahun sebelumnya. Sementara peralatan Cath Lab merupakan bantuan dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Dalam mempersiapkan tenaga medis, tata kelola pelayanan, hingga operasional fasilitas, RSUD Sekarwangi mendapat pendampingan dari RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung.
“Alhamdulillah, Cath Lab-nya diberikan oleh Kementerian Kesehatan. Kemudian untuk mengisi SDM dan bagaimana tata kelola pelayanannya agar bisa beroperasional, kami dibantu oleh RSUP Hasan Sadikin,” jelasnya.
Pada pelaksanaan tindakan PCI, RSUD Sekarwangi menghadirkan dua dokter ahli, yakni dr. Putiyahya dan dr. Deddy, dengan pendampingan tim dari RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung.
Sebanyak enam pasien disiapkan untuk menjalani tindakan pemasangan ring jantung, ditambah dua pasien cadangan. Dari jumlah tersebut, tiga pasien telah menjalani tindakan PCI.
Menurut Asep, kegiatan tersebut masih merupakan bagian dari tahapan proctoring atau pendampingan klinis. Tahapan ini diperlukan untuk memastikan kesiapan tenaga medis dan sistem pelayanan sebelum rumah sakit mampu menjalankan layanan secara mandiri.
“Alhamdulillah, sudah tiga pasien yang kita laksanakan tindakan. Kami berharap proses proctoring ini berjalan lancar sehingga nantinya layanan jantung ini bisa segera dilaksanakan secara mandiri,” katanya.
Meski fasilitas sudah mulai digunakan, RSUD Sekarwangi masih harus menyelesaikan sejumlah tahapan, terutama terkait kerja sama dan persetujuan BPJS Kesehatan.
Hal tersebut menjadi perhatian penting karena sekitar 90 persen pasien RSUD Sekarwangi masih mengandalkan jaminan kesehatan melalui BPJS Kesehatan.
“Harapan kami, mudah-mudahan setelah proses proctoring dan penilaian selesai, layanan ini bisa mendapatkan persetujuan kerja sama BPJS Kesehatan. Dengan begitu, masyarakat yang membutuhkan penanganan jantung bisa segera mendapatkan pelayanan,” ungkapnya.
Asep berharap dukungan Pemerintah Kabupaten Sukabumi, Kementerian Kesehatan, serta RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung terus berlanjut sehingga pengembangan layanan Cath Lab dapat berjalan sesuai tahapan.
Ia juga meminta doa dan dukungan masyarakat agar seluruh proses pengembangan pelayanan jantung tersebut berjalan lancar.
“Mudah-mudahan layanan jantung di RSUD Sekarwangi segera bisa diakses masyarakat luas dan semakin banyak pasien yang membutuhkan penanganan dapat tertolong,” pungkasnya.
Kehadiran Cath Lab di RSUD Sekarwangi diharapkan menjadi upaya memperluas akses penanganan penyakit jantung di Kabupaten Sukabumi. Namun, kepastian kerja sama dengan BPJS Kesehatan dan kesiapan pelayanan secara mandiri masih menjadi tahapan penting yang perlu
Somdani/RP


