BUMDes Pasirdatar Indah Kembangkan Usaha Pertanian, Evaluasi Peternakan Domba dari Modal Dana Desa Rp180 Juta

bumdes pasirdatar

Banyakberita.com, Sukabumi – Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Pasirdatar Indah, Kecamatan Caringin, Kabupaten Sukabumi, mulai mengembangkan unit usaha di sektor pertanian sebagai langkah untuk mengoptimalkan program ketahanan pangan yang bersumber dari Dana Desa.

Sekretaris Desa (Sekdes) Pasirdatar Indah, Mamat, saat ditemui di kantornya, Senin (2/11/2026), menjelaskan bahwa pemerintah desa mengalokasikan penyertaan modal sebesar Rp180 juta pada Tahun Anggaran 2025 untuk mendukung program ketahanan pangan melalui BUMDes.

Sesuai pengajuan awal, pengelola mengalokasikan modal tersebut untuk pengadaan 55 ekor domba beserta pembangunan kandangnya.

usaha pertanian

Mamat mengatakan, pihak desa berharap pengelolaan modal tersebut mampu memberikan keuntungan dan meningkatkan nilai aset BUMDes. Menurutnya, keberhasilan usaha peternakan dapat dilihat dari perkembangan jumlah ternak dibandingkan modal awal.

“BUMDes bisa dikatakan untung ketika awal permodalan 55 ekor seharusnya bertambah. Walaupun cuma satu ekor, itu baru dinamakan untung,” ujar Mamat.

Namun, dalam pelaksanaannya, BUMDes menghadapi sejumlah kendala, terutama dampak musim kemarau berkepanjangan yang menyulitkan pengelola mendapatkan pakan rumput. Selain itu, keterbatasan tenaga yang bersedia mengurus ternak juga menjadi tantangan dalam mempertahankan usaha peternakan domba.

Menghadapi kondisi tersebut, Ketua BUMDes Pasirdatar Indah, Rahmat, mengambil langkah dengan mengembangkan jenis usaha baru di sektor pertanian. Unit usaha yang sebelumnya hanya mengandalkan peternakan domba kini mulai diarahkan pada budidaya buah-buahan dan sayuran.

Rahmat menjelaskan, keputusan tersebut merupakan upaya menyesuaikan kegiatan usaha dengan kondisi lingkungan serta ketersediaan tenaga pengelola di desa.

“Tidak banyak yang berminat memelihara domba pasca kemarau kemarin, sehingga kami memutuskan untuk mengurangi domba yang ada,” jelas Rahmat.

Ia menyebutkan, saat ini baru tersedia tenaga pengelola yang sanggup menangani sekitar 10 ekor domba. Meski demikian, pihaknya berencana menambah 15 ekor domba apabila sudah tersedia tenaga yang mampu mengelolanya.

Dengan demikian, BUMDes mulai mengembangkan sektor pertanian sebagai alternatif usaha untuk menjaga keberlangsungan program ketahanan pangan sekaligus membuka peluang produktivitas baru.

Langkah tersebut diharapkan mampu memberikan kontribusi terhadap perkembangan ekonomi desa. Namun, pengelolaan penyertaan modal sebesar Rp180 juta itu juga membutuhkan evaluasi dan pendampingan secara berkelanjutan agar setiap unit usaha berjalan sesuai perencanaan.

Peran pemerintah desa dan instansi terkait menjadi penting untuk memastikan pengelolaan BUMDes berlangsung secara profesional, transparan, serta memiliki target usaha yang terukur.

Masyarakat tentu berharap penyertaan modal yang bersumber dari alokasi 20 persen Dana Desa untuk program ketahanan pangan Tahun Anggaran 2025 tersebut benar-benar memberikan hasil nyata, meningkatkan aset BUMDes, dan menghadirkan manfaat ekonomi bagi warga Desa Pasirdatar Indah.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *