Bupati Sukabumi Kecam Intimidasi Oknum Wartawan di SDN 2 Sukaraja, Kasus Kini Ditempuh Lewat Jalur Hukum

bupati sukabumi

Banyaberita.com Sukabumi–Rabu 2/9/ Bupati Sukabumi, H. Asep Japar, turun tangan langsung menemui pihak Sekolah Dasar Negeri (SDN) 2 Sukaraja usai merebaknya kabar aksi intimidasi yang dilakukan seorang oknum wartawan berinisial AG terhadap jajaran pendidik di sekolah tersebut.

bupati sukabumi 1

Dalam pertemuan tersebut, Kepala SDN 2 Sukaraja, Siti Jualaeha, menyampaikan keluh kesahnya di hadapan Bupati yang didampingi Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi Deden Sumpena, Pengawas Bina Ahmad Yani, serta Ketua PGRI Kecamatan Sukaraja Alan. Siti membeberkan bahwa aksi pemerasan dan pengancaman oleh AG bukanlah yang pertama kali terjadi.

Menurut keterangan pihak sekolah, oknum tersebut sering datang meminta uang jatah bulanan dengan berbagai alasan. Tak jarang pelaku datang dalam kondisi mabuk, ditemani istrinya, serta tak segan mengamuk dan melontarkan kata-kata kasar hingga memicu trauma mendalam bagi para guru. Aksi intimidasi ini akhirnya direkam oleh pihak sekolah sebagai bukti.

Pengawas Pendidikan, Ahmad Yani, turut membenarkan bahwa perlakuan oknum AG sudah meresahkan banyak pihak di lingkungan sekolah. Ia mengonfirmasi bahwa atas arahan Kepala Dinas Pendidikan, kasus ini telah resmi dilaporkan ke pihak berwajib untuk diproses secara hukum.

Menanggapi laporan tersebut, Bupati Sukabumi H. Asep Japar mengutuk keras segala bentuk tindakan kekerasan maupun intimidasi di lingkungan sekolah. Selain merusak mental para tenaga pendidik, aksi semacam ini dinilai berdampak buruk bagi psikologis para siswa.

Bupati meminta pihak sekolah untuk tetap tenang dan menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus ini kepada aparat penegak hukum. Ia juga menegaskan bahwa ulah oknum tersebut sangat mencoreng marwah profesi jurnalistik yang sebenarnya. Guna mencegah kejadian serupa terulang, Bupati menginstruksikan Kadisdik untuk meningkatkan koordinasi lintas sektor demi menjamin keamanan di lingkungan pendidikan.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *