DPPKB Kabupaten Sukabumi Gelar Pelayanan KB Implant untuk Keluarga Rawan Stunting di Kalapanunggal
Banyakberita.com SUKABUMI, 10 Juni 2026 – Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Sukabumi melalui UPT Pengendalian Penduduk (Dalduk) Wilayah Kalapanunggal melaksanakan pelayanan Keluarga Berencana (KB) Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) Implant bagi Keluarga Rawan Stunting (KRS) di Kecamatan Kalapanunggal. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya percepatan penurunan angka stunting sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui perencanaan keluarga yang sehat dan terarah.

Pelayanan KB MKJP Implant tersebut terlaksana berkat kerja sama antara DPPKB Kabupaten Sukabumi dan PT PLN Indonesia Power UBP Kamojang Unit PLTP Gunung Salak. Kolaborasi ini menjadi bentuk dukungan nyata terhadap program pembangunan keluarga serta peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Sukabumi.
Kepala UPT Dalduk Wilayah Kalapanunggal menjelaskan bahwa pelayanan KB MKJP Implant memiliki peran penting dalam mendukung program pemerintah untuk menekan angka stunting. Melalui penggunaan metode kontrasepsi jangka panjang, pasangan usia subur dapat merencanakan kehamilan dengan lebih baik sehingga kesehatan ibu dan anak dapat terjaga secara optimal.
baca juga : “Nantikan Perbaikan Bertahun-tahun, SDN 2 Parungseah Sukabumi Ucapkan Terima Kasih ke Dinas Pendidikan”
Menurutnya, pengaturan jarak kelahiran yang ideal memberikan kesempatan bagi ibu untuk memulihkan kondisi kesehatan setelah melahirkan. Selain itu, keluarga juga memiliki waktu yang lebih cukup untuk memenuhi kebutuhan gizi, kesehatan, dan pendidikan anak. Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor penting dalam mencegah terjadinya stunting sejak dini.
Program ini menyasar keluarga yang masuk kategori keluarga rawan stunting. Kelompok sasaran tersebut mendapatkan pelayanan KB Implant secara langsung oleh tenaga kesehatan yang kompeten. Selain pelayanan pemasangan alat kontrasepsi, peserta juga memperoleh edukasi mengenai pentingnya perencanaan keluarga, kesehatan reproduksi, serta upaya pencegahan stunting.
DPPKB Kabupaten Sukabumi menilai bahwa keluarga berencana tidak hanya berfungsi sebagai program pengendalian penduduk, tetapi juga menjadi strategi pembangunan sumber daya manusia. Dengan perencanaan keluarga yang baik, setiap anak memiliki kesempatan untuk tumbuh dan berkembang secara optimal, baik dari sisi kesehatan maupun pendidikan.
Kerja sama dengan PT PLN Indonesia Power UBP Kamojang Unit PLTP Gunung Salak juga menunjukkan pentingnya keterlibatan dunia usaha dalam mendukung program-program sosial yang berdampak langsung kepada masyarakat. Melalui dukungan tersebut, pelayanan KB dapat menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan, khususnya keluarga yang memiliki risiko melahirkan anak stunting.

Pihak PT PLN Indonesia Power menyambut baik pelaksanaan program tersebut sebagai bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan kepada masyarakat sekitar wilayah operasional. Perusahaan berkomitmen mendukung berbagai program yang berorientasi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat, termasuk program kesehatan dan pembangunan keluarga.
Pelaksanaan pelayanan KB MKJP Implant ini mendapat sambutan positif dari masyarakat Kecamatan Kalapanunggal. Banyak peserta merasa terbantu karena dapat memperoleh pelayanan kesehatan reproduksi secara mudah dan gratis. Mereka juga mendapatkan pemahaman yang lebih baik mengenai pentingnya menjaga kesehatan ibu dan anak melalui perencanaan kehamilan yang matang.
DPPKB Kabupaten Sukabumi berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan di berbagai wilayah lainnya. Melalui pelayanan yang merata dan edukasi yang berkesinambungan, masyarakat diharapkan semakin memahami bahwa pencegahan stunting harus dimulai sejak tahap perencanaan keluarga.
Selain meningkatkan akses terhadap layanan kontrasepsi, DPPKB juga terus memperkuat program penyuluhan dan pendampingan kepada keluarga. Langkah tersebut bertujuan membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya pola asuh yang baik, pemenuhan gizi yang cukup, serta pemeriksaan kesehatan secara rutin bagi ibu dan anak.
Melalui sinergi antara pemerintah daerah, tenaga kesehatan, masyarakat, dan dunia usaha, Kabupaten Sukabumi optimistis dapat mempercepat penurunan angka stunting. Kolaborasi ini sekaligus menjadi wujud nyata komitmen bersama dalam menciptakan keluarga yang sehat, mandiri, dan berkualitas sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas 2045.
Somdani/Irw
