Skip to content

TERNYATA INI PENYEBAB HIJRAHNYA PRO BUYA KE PAN”MASA SEORANG POLITIKUS JIKA TIDAK MENDAPATKAN KENYAMANAN HARUS GOGOLERAN (MEMOHON) “

 

 

Sukabumi-banyakberita.com-Akhirnya mantan Ketua DPC PPP Kota Sukabumi 2 periode angkat bicara tentang perpindahan komunitas yang iya besarkan Pro buya resmi hijrah secara besar-besaran ke Partai PAN setelah melaksanakan deklarasi yang langsung di hadiri oleh ketua DPW PAN Desi Ratnasari dan Ketua DPD PAN kota Sukabumi Usman M. Yusuf di salah satu tempat pertemuan di Cisaat Sukabumi,Jawa Barat, selasa (20/10/21).

Nama Yanti Indri tidak asing lagi di kancah perpolitikan Kota Sukabumi dengan segudang pengalaman politiknya tidak diragukan dan dianggap remeh Buya sapaan akrabnya pernah menjadi Ketua DPC PPP Kota Sukabumi selama 2 periode,5 periode menjadi anggota DPRD Kota Sukabumi dan pernah mencalonkan pasangan walikota Sukabumi.

“Mereka (PPP ) senang saya pindah malahan ada yang mengucapkan kepada saya selamat biar lancar di partai PAN, mereka senang kelihatan nya enjoy”, ucap Yanti Indri Ketua Pro Buya, di kediamannya. selasa (20/10/21).

“Masa seorang politikus kalau tidak mendapatkan kenyamanan harus “gogoleran” (memohon) kan tidak”

“Saya pernah sampaikan di depan teman-teman jangan kan harta nyawa pun saya hibahkan untuk PPP, itu saya pernah sampaikan di forum tetapi ketika kita sudah tidak di hargai tidak nyaman, mana ada orang yang memberi dihinakan”,ungkapnya.

Ia pun menambahkan ,”timbul pertanyaan kenapa ini bisa pindah rame-rame satu dapil dari PAC, Ranting dan semua tokohnya biar mereka yang jawab jangan saya, bangunan kantor PPP yang representatif kita bangun dengan berdarah-darah”.

Buya lebih merinci tentang sikap politik yang di pilihnya memilih hijrah ke partai PAN

“Wakaf politik itu, apakah seorang yang istiqomah harus dihinakan dinistakan dan dimarginalkan”tambahnya.

Selanjutnya ia menuturkan,”Komunitas ini yang berada di 7 kecamatan dan 33 kelurahan sudah saya bina selama 39 tahun dan komunitas ini dipergunakan untuk kepentingan partai PPP pada waktu itu dan itu yang menjadi dasar pindahnya pro buya, kita sudah bertahan selama 4 tahun dengan sabar dan tidak pernah minta apapun ke partai dan saya tidak menjadi anggota dewan itu dibuat sedemikian rupa untuk saya tidak bisa mencalonkan”tuturnya.

“Di Partai PAN juga saya tidak minta jabatan atau nomor urut untuk mencalonkan dewan saya hanya ingin di akui dan di hargai itu saja, kita akan bekerja dan berjuang di 2024 untuk PAN sudah selesai,untuk pengurus yang sekarang di PPP itu tidak tahu sejarah sudah biarkan saja,

Di komunitas Pro Buya itu bukan satu partai saja ada merah, kuning, biru dan sebagainya Pro Buya ini tempat transit bagi teman-teman yang nyaman siapa aja bisa mencalonkan dan kita dukung tapi 90% dari PAN,

“Saya harus tau diri, masa selama 5 periode jadi dewan dan dua periode jadi ketua DPC saya di doain dan di dukung oleh teman-teman dan sekarang teman-teman saya merasa tidak di enakan masa saya harus berdiam diri dan ini bentuk terimakasih saya kepada teman-teman dengan cara mendukungnya, dan mereka dengan ikhlas mendukung dan mendoakan saya tanpa saya gaji”.pungkasnya.

Somdani/sh

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Dapatkan Aplikasi Banyakberita di Playstore

X