Skip to content

SUAMI JARANG PULANG, ISTRI DI GOYANG PRIA LAIN

 

Foto ilustrasi shutterstock

PANDEGLANG-BANYAKBERITA. COM-Suami mana yang tak murka mengetahui istrinya berselingkuh dengan lelaki lain. Itulah yang dirasakan FS (30). tahun, Pria asal Kampung Cicalang, Kelurahan Kadomas, Kabupaten Pandeglang, Banten, itu mengeroyok pria selingkuhan istrinya hingga tewas, Kamis (23/9/21).

Peristiwa berdarah ini terjadi saat NS, istri FS mengaku telah menjalin asmara dengan pria lain.

FS awalnya tahu kalau sang istri berselingkuh saat memeriksa ponsel. FS menemukan bekas panggilan keluar dan video melalui aplikasi WhatsApp. Panggilan itu hanya ditujukan kepada satu nomor ponsel. Yakni, nomor milik Yudi Apriadi. Lantaran curiga, FS meminta istrinya menghubungi Yudi untuk datang ke rumahnya.

Sebelum Yudi datang, FS memanggil kerabatnya ES, UN, EK (25), dan rekannya, DI.  Yudi yang tak menyadari perangkap tersebut, menyanggupi permintaan NS. Apalagi, Yudi tidak mengetahui FS sedang berada di rumah.

Saat tiba di rumah FS, Yudi langsung masuk ke ruang tengah. Tetapi, Yudi tidak menyangka FS yang menemuinya.

Yudi untuk duduk di ruang tengah. Keduanya pun langsung dinterograsi. Keduanya mengakui perselingkuhan tersebut dan telah sering berhubungan badan di rumah.

Usai mendengar pengakuan keduanya, ES menjemput ayah kandung Yudi berinisial MI. Saat MI datang, FS langsung menceritakan perbuatan Yudi. Kesal mendengar ulah bejat anaknya, MI sontak memukuli korban. Insiden itu ikut memancing emosi FS. Dia bersama ES, EK, ENG dan ING ikut memukuli korban. Yusi yang dikeroyok jatuh pingsan.

Dia kemudian dibawa ke Klinik Mulyajati. Namun, nyawanya sudah tidak tertolong. “Untuk motifnya, berdasarkan keterangan dari tersangka FS, yaitu adanya perselingkuhan yang dilakukan oleh korban (Yudi Apriadi ) dengan istri tersangka FS yang berinisial NS,” kata Kasat Reskrim Polres Pandeglang AKP Fajar Maulidi.

Kematian korban pun sampai ke telinga aparat kepolisian. Tim Opsnal Satreskrim Polres Pandeglang langsung mendatangi dan menangkap FS di kediamannya.

Sementara EK diantar keluarganya menyerahkan diri ke Mapolres Pandeglang. Sementara dua pelaku lain masih dalam pengejaran. “Sementara untuk dua tersangka lainnya masih DPO,” kata Kapolres Pandeglang AKBP Belny Warlansyah.

Kini, FS dan EK mendekam di sel tahanan Mapolres Pandeglang. Mereka disangka melanggar Pasal 338, 170, atau 351 ayat (3) KUH Pidana. Keduanya terancam pidana maksimal 15 tahun penjara.

S/a
Editor S/h

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Dapatkan Aplikasi Banyakberita di Playstore

X