Skip to content

ORMAS ANNAHL, “JIKA BENAR ADANYA PEMOTONGAN BLT DD, PENJARAKAN ITU”

Sukabumi-banyakberita.comDugaan Potongan  Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT ) DD, kembali terjadi yang dilakukan oleh oknum ketua RT.

Dugaan penyunatan dana BLT DD tersebut terjadi di  Babakanpanjang,  Kecamatan Nagrak,  Kabupaten Sukabumi,  Jawa barat. Pemotongan tersebut bernilai sampai 200 ribu per KPM dari jumlah total penerima 600 ribu, Selasa (11/10/21).

Penerima BLT DD RW 04 yang berinisial ,E, mengungkapkan,” bahwa setelah menerima bantuan Rp 600 ribu didatangi oleh Ketua RT setempat, dengan meminta uang 200 ribu, sebelum kami masuk ke rumah, pak RT datang meminta uang yang kami bawa  dari desa, sejumlah 200 ribu di halaman rumah,” ungkapnya.

Ia pun menambahkan,”  biasa nya juga saya memberi ke tetangga,  yang tidak mendapatkan bantuan,  tapi tidak seperti sekarang yang di minta sama pak RT dengan nominal yang di tentukan senilai  200 ribu,  tapi kami terpaksa memberikan nya karena takut di bawa lagi ke desa,” jelasnya.

Cukup di sesalkan dengan adanya dugaan pemotongan dana Desa yang Bersumber dari BLT DD tersebut sangat tidak berakhlak, disebabkan dana tersebut sangat diharapkan oleh penerimanya, dan sudah di atur dalam undang-undang tentang bantuan yang di salurkan pemerintah melalui,  Pasal 12, huruf e, Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 atas perubahan UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Mereka terancam dipidana seumur hidup atau dipenjara paling singkat empat tahun dan paling lama 20 tahun,  denda paling sedikit  200 juta, dan paling banyak Rp 1 miliar.

Perlu perhatian khusus dari Aparat Penegak Hukum (APH) dalam menyikapi persoalan yang sering terulang kembali dengan dalih pemerataan bagi yang belum menerima bantuan dengan memotong atau meminta kembali kepada penerima bantuan sedangkan aturan sudah menegaskan bahwa hal tersebut tidak dibenarkan.

Saat di konfirmasi via telepon selulernya syah arif Sekjen ANNAHAL menyesalkan hal tersebut,” ini cukup tidak masuk akal kalau benar ini terjadi, karena dengan dalih yang seperti di ulang-ulang dalam pemerataan penerimaan bantuan justru ini yang membuat gaduh di masyarakat, pihak kejaksaan harus cepat bertindak ini, dan kalau terbukti penjarakan itu oknumnya” terang Sekjen ANNAHL.

“Kami sedang menyusun data untuk persiapan pelaporan dugaan pemotongan ini, nanti kita kabari rekan-rekan media  untuk hari dan tanggal pelaporan,” Pungkasnya.

Somdani/ Sh

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Dapatkan Aplikasi Banyakberita di Playstore

X