Skip to content

Naiknya Penerobosan Smartphone 5G Akibatkan Kinerja MediaTek Melambung

Sumber Gambar : tek.id

6 Februari 2021
Sukabumi, banyakberita.com

MediaTek melaporkan kinerja yang kuat sepanjang tahun 2020 dengan pendapatan dan laba meningkat secara signifikan dari tahun ke tahun. Hal ini terjadi, inovasi teknologi dan penerobosan pada pasar-pasar strategis. Tidak hanya itu, vendor chip Taiwan itu mampu meningkatkan pangsa pasarnya di smartphone 4G dan juga serta 5G.

Dalam Pernyataannya, MediaTek menerangkan bahwa pendapatan Q4 tumbuh 49 persen menjadi TWD96,4 miliar ($ 3,4 miliar), sedangkan laba bersih mencapai TWD15 miliar, naik 134,3 persen.

Perusahaan melibatkan sebagian besar keuntungan didapatkan dari pangsa pasar smartphone 4G dan 5G, bersama dengan peningkatan penjualan elektronik konsumen termasuk router Wi-Fi dan TV.

Baca Juga : Samsung Akan Luncurkan Galaxy Z Flip 3 Mei Mendatang

Dengan investasi R&D yang lebih besar dan pengeluaran terkait penjualan yang lebih tinggi mengakibatkan beban opeasional yang tinggi, dari TWD21,3 juta pada Q4 2019 menjadi TWD27,5 juta. Indikator menunjukkan perusahaan mencatat kenaikan kuat: awal bulan ini, CINNO Research mengeluarkan angka yang menunjukkan MediaTek menggantikan Qualcomm sebagai pemasok sistem-on-chip smartphone terbesar di China selama 2020.

Perusahaan riset tersebut menyatakan pengiriman Qualcomm turun 48 persen, sebagian karena pembatasan AS pada Huawei, yang memungkinkan MediaTek mengambil posisi teratas setelah “pertumbuhan eksplosif”.s

MediaTek terlibat persaingan sengit dengan Qualcomm ejak beberapa tahun terakhir. Meski masih menjadi pemain dominan di industri prosesor mobile, belakangan ini MediaTek mampu menggerogoti pasar yang sebelumnya dikuasai Qualcomm.  Laporan dari Counter point mengungkap lebih dari 100 juta ponsel terjual pada Q3 2020 dimana MediaTek mendapatkan bagian terbanyak.

Baca Juga : Di Cina, Ponsel Xiaomi Tak Diizinkan Menginstal Layanan Google

Menurut laporan tersebut, MediaTek merebut 31% dari pangsa pasar chipset ponsel global pada Q3 2020. Meskipun tidak berada di puncak kategori 5G, perusahaan asal Taiwan tersebut melangkahi Qualcomm dengan pertumbuhan sebesar 2% dan juga mencatat pertumbuhan tahunan (YoY) 5%. Dengan pencapaian itu, MediaTek mendapat julukan vendor chipset terbesar untuk pertama kalinya mengalahkan beratnya Qualcomm.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Dapatkan Aplikasi Banyakberita di Playstore

X