Skip to content

MINDER SERAGAM BELUM TERBELI, ANAK ENGGAN BERSEKOLAH

 

Foto ilustrasi

Sukabumi-banyakberita.com-Salah satu sekolah SMKN di Sukabumi
dengan berdalih koperasi baik Kepsek,guru dan staf tidak merasa sungkan dengan profesi nya sebagai pendidik, mengatakan atau memberitahukan kepada orang tua siswa baru,harga seragam baju sekolah yang harus di beli tanpa mereka ( Kepsek dan guru ) peduli dengan situasi kondisi ekonomi orang tua siswa.

Padahal Kepsek dan guru mengetahui situasi dan kondisi bangsa indonesia sedang mengalami musibah yang di akibatkan covid-19, tidak hanya orang tua siswa yang mengalami masalah krisis ekonomi bahkan pemerintah pusat, provinsi,maupun Daerah mengalami krisis keuangan akibat dampak dari covid-19 yang sudah berlangsung lebih 1 tahun,sungguh sangat di sayangkan jika dengan kondisi ekonomi yang sedang krisis ini masih ada sekelompok orang atau golongan yang meraup keuntungan pada P2DB tahun ajaran 2021/2022.

Seperti yang di alami orang tua siswa yang berinisial I mengatakan
“Hari senin 18 oktober 2021 kami menyicil baju seragam
Rp 200.000.00 dari total baju seragam yang harus di bayar Rp 2500.000.00 (dua juta lima ratus ribu rupiah ) itu bentuk komitmen dan keseriusan dari kami untuk menyekolahkan anak dengan harapan anak kami bisa bersekolah dengan penuh semangat dan percaya diri jauh dari rasa minder”jelasnya.

“Tetapi sangat di sesalkan sepulangnya dari sekolah anak kami mengatakan,saya malu saya merasa tersisihkan hanya dua orang saja yang belum menerima seragam secara keseluruhan karena belum lunas”,ucapnya

Ia pun menambahkan,”Padahal kami sebagai orang tua sudah coba mengirim pesan via WhatsApp kepada pihak sekolah dengan pengharapan supaya seragam anak kami di berikan dan kami pun berjanji untuk menyicilnya setiap minggu walaupun saat ini masih pada masa pandemi,sekolahnya saja belum normal,masuk sekolah masih bergiliran, “pungkasnya.

Sekolah adalah sarana pendidikan tempat anak belajar menimba ilmu bukan tempat untuk berbisnis Sedangkan PP NO 17 tahun 2010 pasal 181 yang berbunyi
Pendidik dan tenaga kependidikan
Baik perseorangan maupun kolektif,Dilarang

menjual buku pelajaran,
bahan ajar,perlengkapan bahan ajar,pakaian seragam,atau bahan pakaian di satuan pendidikan.

Adapun peraturan menteri pendidikan NO 75 tahun 2016 pasal 12 komite sekolah, baik perseorangan maupun kolektif,Dilarang

Menjual buku pelajaran,bahan ajar,perlengkapan bahan ajar,pakaian seragam,atau bahan pakaian seragam di sekolah

Melihat dua peraturan di atas tentang peraturan pemerintah dan peraturan menteri pendidikan dengan tegas tidak di perbolehkan sekolah berbisnis menjual baju seragam kepada siswa, jika peraturan ini di jalankan di setiap sekolah maka kejadian yang di alami siswa merasa minder karena belum di bagikan baju seragam oleh sekolah tidak akan terjadi.

Dengan dibiarkannya sekolah-sekolah menjual perlengkapan sekolah dengan dalih koperasi atau apapun perlu pengawasan khusus dari pihak yang berwenang dalam menegakan aturan yang jelas-jelas sudah dilanggar.

somdani/sa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Dapatkan Aplikasi Banyakberita di Playstore

X