Skip to content

Kisah Isra Miraj,Dan Pengertian Tentangnya

11 Maret 2021

Sukabumi-BanyakBerita.com-Setiap tanggal 27 Rajab dalam kalender Hijriah. Untuk tahun 2021 ini Peristiwa Isra Miraj diperingati.

Peringatan Isra Miraj jatuh pada tanggal 11 Maret dalam kalender kabisat. Mengisahkan perjalanan suci Nabi Muhammad SAW bertemu Allah SWT dan menerima wahyu untuk mendirikan salat.

Isra Miraj merupakan peristiwa dahsyat perjalanan suci Nabi Muhammad Saw dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa di Palestina hingga naik ke langit tujuh Sidratul Muntaha dalam semalam.

Dalam Isra Miraj,perjalanan yang ditempuh Nabi Muhammad SAW tidaklah mudah. Banyak godaan setan dan iblis yang mengintai Nabi Muhammad SAW. Kisah Isra Miraj dan makna yang terkandung di balik peristiwa tersebut kita perlu mengetahui sebagai umat islam.

Inilah pengertian tentang Isra Miraj:

Pengertian Isra Miraj secara bahasa berasal dari dua kata, yakni Isra yang berasal dari kata asra-yusri-isra yang berarti memperjalankan. Sedangkan Miraj berarti alat naik atau tangga.

Menurut istilah dalam sejarah Islam, Isra adalah perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram di Mekkah ke Masjidil Aqsha di Yerussalem, Palestina. Sedangkan Miraj adalah perjalanan Nabi Muhammad SAW dari bumi menuju langit ketujuh, lalu dilanjutkan ke Sidratul Muntaha.

Sidaratul Muntaha menjadi akhir perjalanan untuk menerima perintah Allah SWT berupa sholat lima waktu sehari semalam. Mulanya Allah SWT memerintahkan untuk salat 50 waktu dalam sehari. Namun, karena permohonan Nabi Muhammad SAW dan saran Nabi Musa, Allah SWT akhirnya memberikan keringanan shalat menjadi 5 kali sehari.

Begini Kisah Isra Miraj:

Perjalanan Nabi Muhammad SAW dalam peristiwa Isra Miraj dituangkan dalam hadis milik Imam Muslim berikut ini. Nabi Muhammad SAW suatu malam didatangi burak, seekor hewan yang badannya panjang dan berwarna putih dengan kemampuan melesat secepat kilat.

Burak tersebut merendahkan tubuhnya di hadapan Nabi Muhammad SAW. Nabi kemudian menunggangi hewan itu hingga ke Baitulmaqdis, yakni kawasan Masjid Al Aqsa. Sesampainya di masjid, Nabi mengikat burak pada salah satu tiang masjid. Nabi lalu masuk ke masjid dan mendirikan salat 2 rakaat.

Selesai salat, Nabi keluar dari masjid dan bertemu dengan Malaikat Jibril yang menawarkan semangkuk arak dan semangkuk susu.Nabi Muhammad SAW memutuskan untuk memilih mangkuk yang berisi susu. Malaikat Jibril pun berkata, “kamu telah memilih fitrah”.

Jibril kemudian membawa Nabi naik ke langit. Pada langit pertama, Jibril membawa Nabi Muhammad SAW bertemu dengan Nabi Adam. Jibril lalu mengajak Nabi Muhammad SAW naik lagi ke langit kedua. Di sana mereka bertemu dengan Nabi Isa dan Nabi Yahya. Naik ke langit ketiga, Nabi Muhammad SAW kembali dipertemukan dengan Nabi Yusuf.

Sementara di langit keempat, Nabi Muhammad SAW berjumpa dengan Nabi Idris. Di langit kelima, Nabi Harun menyambut kedatangan Nabi Muhammad SAW. Sedangkan di langit keenam, Nabi Muhammad SAW berjumpa dengan Nabi Musa.

Setiba nya di langit ketujuh, Nabi Muhammad SAW bertemu dengan Nabi Ibrahim. Nabi Muhammad SAW pun dibawa ke Sidratulmuntaha. Di Sidratulmuntaha, Allah SWT menurunkan wahyu kepada Nabi Muhammad SAW untuk mendirikan salat 50 waktu dalam sehari dan menyampaikannya ke umat Islam.

Saat turun, Nabi Muhammad SAW bertemu dengan Nabi Musa. Mengetahui perintah salat 50 waktu dalam sehari, Nabi Musa pun menyarankan Nabi Muhammad SAW untuk meminta keringanan kepada Allah SWT.

“Kembalilah kepada Tuhanmu, mintalah keringanan karena umatmu tidak akan mampu melaksanakannya. Aku pernah mencoba Bani Israil dan menguji mereka.”

Nabi Muhammad SAW pun mengikuti saran Nabi Musa, “Allah telah mengurangkan lima waktu salat dariku.”

Mendengar hal tersebut Nabi Musa kembali menyuruh Nabi Muhammad SAW untuk menemui Allah SWT. Hingga akhirnya Allah SWT berfirman:

“Wahai Muhammad! Sesungguhnya Aku fardukan lima waktu sehari semalam. Setiap salat fardu (pahalanya) dilipatgandakan dengan sepuluh kali lipat. Maka itulah lima puluh salat fardu.”

Sejak saat itulah, Nabi Muhammad SAW menerima perintah salat 5 waktu dalam sehari dan menyampaikan perintah tersebut kepada seluruh umat Islam.

Dan inilah makna yang terkandung didalamnya:

Peristiwa Isra Miraj yang dialami Nabi Muhammad SAW, mengandung nilai-nilai baik yang bisa dipetik oleh umat Islam.

Isra Miraj menjadi momen untuk memperkuat akidah bagi umat Islam agar meyakini peristiwa Isra Miraj yang dialami Nabi Muhammad SAW untuk mendapat perintah salat.

Isra Miraj juga menjadi pengingat yang tepat untuk memperbaiki ibadah salat dan menyadari pentingnya mendirikan kewajiban salat bagi umat Islam.

(Nalar F)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Dapatkan Aplikasi Banyakberita di Playstore

X