Skip to content

DIDUGA MENERIMA PEMBAYARAN DI MASA PPDB, SMKN 1 GUNUNG GURUH KAB. SUKABUMI MEMILIKI DANA SILUMAN

1

Foto ilustrasi

Sukabumi-banyakberita.com-Adanya bukti pembayaran kuitansi dari salah satu calon peserta didik baru, diduga SMKN 1 Gunung Guruh melakukan pungutan dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) berupa sumbangan pembangunan masjid sebesar Rp. 200.000 dan koperasi sebesar Rp. 1,600.000 serta dana titipan BSP sebesar Rp. 3.000.000.

Ketika pihak sekolah dikonfirmasi pada Rabu (29/6/22), Ade Rijal yang bertugas menerima PPDB mengatakan untuk pungutan sebesar Rp 3 juta rupiah itu tidak ada paksaan harus bayar bagi  yang ingin menitipkan untuk keperluan sekolah anak.

“Takut saya salah jawab, jadi harus dipertanyakan langsung ke kepala sekolah, dan terkait pungutan koperasi, sekolah bekerja sama dengan koperasi untuk pengadaan barang, begitupun dengan koperasi silahkan tanyakan langsung ke pihak koperasi,” kata Ade Rijal.

Namun Ade rizal tidak menyebutkan alamat lengkap koperasi, hanya menyebutkan kantornya di Nagrak, dan adanya larangan dari ade rizal untuk mengambil gambar dari rincian peruntukan dari koperasi untuk siswa, dan memiliki kesan bahwa rincian anggaran koperasi tersebut rahasia negara sehingga awak media tidak di izinkan untuk mengetahui rincian nya tersebut.

Ai Sumarni S.Pd. M.M.Pd. selaku kepala sekolah SMKN 1 Gunung Guruh ketika dikonfirmasi menjawab selama ini dana titipan tidak ada, begitupun pungutan koperasi.

“Jadi tidak ada, dari kami, dari provinsi, dari KCD melarang, karena ada peraturan menteri,” terang kepala sekolah Ai Sumarni.

Kemudian Ai Sumarni menanyakan data yang ditemukan terkait adanya dugaan pungutan tersebut, dan setelah diperlihatkan kuitansi pungutan yang ada stempel komite, selanjutnya Ai Sumarni mempersilahkan mempertanyakan langsung  pada komite yang saat itu ada di SMKN 1 Gunung Guruh.

Salah seorang komite bernama Heri menerangkan  hal senada dengan kepala sekolah kalau pungutan dana titipan itu tidak ada, untuk itu heri menerangkan tidak ada pungutan karena mengikuti aturan.

“Tidak ada pungutan karena belum adanya rapat komite. Sementara dari kuitansi pungutan Rp 3 juta rupiah dengan tulisan dana titipan sangat jelas tertera stempel komite,” kata Heri.

Dari keterangan pihak sekolah dan komite yang mengatakan tidak adanya dugaan pungutan-pungutan tersebut sepertinya bertolak belakang dengan adanya kuitansi pembayaran dari wali murid, dalam kuitansi yang berstempel seakan dibantah.

Jika merujuk dengan aturan Permendikbud,Pelpres dan himbuan Saber pungli termasuk KCD tidak ada satu pasal pun aturan yang membenarkan bahwa di dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menerima pungutan atau harus membayar dengan dalih apapun.

Saat di konfirmasi salah satu organisasi masyarakat AN’NAHL  menyayangkan dengan terjadinya hal tersebut.

“Kalau ini benar adanya dan terjadi di sekolahan maka sangat di sayangkan karena mencederai kualitas dari pendidikan itu sendiri, karena masyarakat cukup berat ekonominya di akhir-akhir ini apalagi di suruh membayar sekolah yang jutaan rupiah itu,”ungkap Sekjen AN’NAHAL,  Syarif hidayat.

Ia pun menambahkan,”ini harus ada pelaporan karena Saber pungli sudah mewanti-wanti supaya tidak ada pungutan dalam PPDB ini, dan kalau bener ada dugaan pungutan ini sekolah memakai aturan yang mana karena tidak ada yang membenarkan dalam aturan apapun,  jadi kami akan melengkapi berkas dan kita akan laporkan supaya ada efek jera terhadap sekolah yang melanggar aturan dan di tindak sesuai dengan hukum yang ada,”pungkasnya.

Disaat disinggung tentang pelaporan yang akan dilakukan oleh ormas AN’NAHL ia mengakui sudah mengantongi alat bukti dengan berbagai kepentingan pembayaran yang di lakukan wali siswa dalam bentuk berapa kuitansi yang sudah dicap pihak komite sekolah.

Keterangan yang kontradiktif antara kepala sekolah dan komite yang menyatakan tidak adanya pembayaran sedangkan awak media menemukan fakta keberatan orang tua siswa dan bukti kuitansi yang menunjukan adanya pembayaran ke sekolah.

Somdani/Sa

1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Dapatkan Aplikasi Banyakberita di Playstore

X